Pada awalnya, di benak saya terpikir bahwa sungguh menyenangkan bisa mengikuti lomba matematika ini. Lomba ini tidak dipungut bayaran apapun. Transport sudah dibekali dari pihak universitas. Bisa meliburkan diri dari kuliah. Dapet kaos gratis untuk kenang-kenangan.
Kalau ikut lomba seperti ini, awalnya memang selalu baik. Tapi, standar saya harus lebih tinggi dari itu. Tidak cukup hanya bisa ikut lomba gratis ataupun dapat kenang-kenangan. Setidaknya, lomba juga harus memiliki kualitas yang tinggi. Memiliki soal yang berkualitas, yang bisa dibandingkan dengan taraf seleksi internasional. Soal lomba haruslah proporsional. Sistem lomba jangan menjebak. Lomba tidak boleh memihak. Inilah yang saya kecewa dari OSNPTI. Lebih jelasnya, saya jabarkan di bawah.
Mengenai sistem lomba OSNPTI.Sistemnya menjebak. Tidak diberitahukan bahwa jika salah minus 2, dan jika benar plus 3. Peserta dibagikan kertas jawaban komputer yang di sana harus diisikan nama, nomor hape, universitas, etc yang harus dibulatkan dengan pensil 2B. Belum sempat dihitamkan semua, lomba sudah dimulai secara terburu-buru oleh panitia, membuat saya sebagai peserta menjadi terburu-buru untuk memulai mengerjakan soal dan akhirnya tidak sempat membaca petunjuk sistem penilaian di bagian depan.
Karena saya tidak tahu bahwa "Jika salah minus 2", maka saya menjawab semua soal. Tentunya, bagi yang tidak membaca petunjuk itu, artinya sama saja dengan "lebih baik ngak usah ikut lomba" karena sudah pasti kalah.
Artinya, di sini petunjuk penilaian menjadi suatu jebakan, karena tidak diberitahukan sebelumnya. Lomba juga dimulai terlalu awal. Seharusnya dimulai ketika peserta sudah mengisi nama, nomor hape, etc..
Mengenai soal OSNPTIBanyak soal adalah soal SMP dan SMA. Ini membuat saya hampir ketawa mengerjakan soal OSNPTI. Ada juga beberapa soal bisa dikerjakan dengan cara licik, yaitu mensubtitusi satu per satu jawaban dengan soal, seperti pada soal kombinatorik.
Yang saya tidak suka dari soal ini adalah, soalnya monoton. Soal Laplace muncul berkali-kali. Persamaan diferensial muncul berkali-kali. Banyak dari soal-soal itu hanya mengandalkan rumus. Hanya yang tahu rumusnyalah yang bisa mengerjakannya. Yang parah, misalnya soal nomor 10.
10. Nilai

= ....
____
____
____
____
____
Soal di atas asli adalah soal yang bertanya tentang rumus yang menurut saya adalah soal yang buruk. Dan, parahnya, soal itu tidak punya jawab, karena jawaban yang benar adalah

.
Saya bingung, kenapa cakupan materi OSN ini terlalu sempit. Banyak sekali materi seperti variabel kompleks, riset operasi, struktur aljabar (aljabar modern), analisis real, dan sebagainya, namun tidak ada 1 soal pun dari materi ini yang keluar. Soalnya tidak proporsional, dan menurut saya, soal OSNPTI cenderung memihak kurikulum semester satu-tiga dari UI.
Yang diterima ternyata hanya sebanyak ini...Sebenarnya saya ikut lomba ini bukan untuk menang. Hampir mustahil jika saya ingin menang jika bersaing dengan 10000 orang. Sangat ketat. Namun, Yang lolos ke seleksi berikutnya hanya 3 orang tiap wilayah. Bayangkan, jika dengan soal seperti ini, 300 orang hanya diambil 3 saja? Keren abis bukan? Gila.. Ini seleksi apaan???? Tujuan seleksi ini sebenarnya apa???? Menjaring siswa yang berkompetensi hanya 3 orang? Trus 3 orang ini akhirnya lomba lagi, kemudian diambil 1?? Trus, 1 orang ini disuruh kerja di pertamina???
Meluaplah emosi saya... Sudah sistemnya begini. Tujuan lomba ini juga seakan angin lalu...
Ketika saya melihat suatu kalimat di OSNPTI 2009: "Cerdas Bersama Pertamina", saya mempertanyakan... Di bagian mana cerdasnya???