What's the content of this blog

Composition: Mathematics, my favourite lesson 90%. Mathematics Software 3%, My Life and Experience 3%, and Others 4%..
-- Here we can share knowledge --
-- Enjoy --

Friday, November 13, 2009

PASCA OSN PTI

Tanggal 4 November 2009, saya dan teman-teman saya yang berasal dari Universitas Binus mengikuti seleksi awal OSN-PTI (Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia) di Universitas Indonesia (UI). Binus hanya membawa peserta 5 orang.

Di post ini, saya akan men-share soal OSNPTI seleksi I.


Halaman 1 (cover) dan halaman 16 tidak saya buat. Jika ada kesalahan ketik, mohon diberitahukan :)


Saya juga akan menceritakan unek-unek pasca OSNPTI. Mulai dari senang, hingga awal dari kejengkelan saya yang luar biasa yang tidak akan terlupakan.

=======================================================================

Saat Seleksi awal OSN PTI
Pada awalnya, di benak saya terpikir bahwa sungguh menyenangkan bisa mengikuti lomba matematika ini. Lomba ini tidak dipungut bayaran apapun. Transport sudah dibekali dari pihak universitas. Bisa meliburkan diri dari kuliah. Dapet kaos gratis untuk kenang-kenangan.

Kalau ikut lomba seperti ini, awalnya memang selalu baik. Tapi, standar saya harus lebih tinggi dari itu. Tidak cukup hanya bisa ikut lomba gratis ataupun dapat kenang-kenangan. Setidaknya, lomba juga harus memiliki kualitas yang tinggi. Memiliki soal yang berkualitas, yang bisa dibandingkan dengan taraf seleksi internasional. Soal lomba haruslah proporsional. Sistem lomba jangan menjebak. Lomba tidak boleh memihak. Inilah yang saya kecewa dari OSNPTI. Lebih jelasnya, saya jabarkan di bawah.

Mengenai sistem lomba OSNPTI.
Sistemnya menjebak. Tidak diberitahukan bahwa jika salah minus 2, dan jika benar plus 3. Peserta dibagikan kertas jawaban komputer yang di sana harus diisikan nama, nomor hape, universitas, etc yang harus dibulatkan dengan pensil 2B. Belum sempat dihitamkan semua, lomba sudah dimulai secara terburu-buru oleh panitia, membuat saya sebagai peserta menjadi terburu-buru untuk memulai mengerjakan soal dan akhirnya tidak sempat membaca petunjuk sistem penilaian di bagian depan.
Karena saya tidak tahu bahwa "Jika salah minus 2", maka saya menjawab semua soal. Tentunya, bagi yang tidak membaca petunjuk itu, artinya sama saja dengan "lebih baik ngak usah ikut lomba" karena sudah pasti kalah.
Artinya, di sini petunjuk penilaian menjadi suatu jebakan, karena tidak diberitahukan sebelumnya. Lomba juga dimulai terlalu awal. Seharusnya dimulai ketika peserta sudah mengisi nama, nomor hape, etc..

Mengenai soal OSNPTI
Banyak soal adalah soal SMP dan SMA. Ini membuat saya hampir ketawa mengerjakan soal OSNPTI. Ada juga beberapa soal bisa dikerjakan dengan cara licik, yaitu mensubtitusi satu per satu jawaban dengan soal, seperti pada soal kombinatorik.
Yang saya tidak suka dari soal ini adalah, soalnya monoton. Soal Laplace muncul berkali-kali. Persamaan diferensial muncul berkali-kali. Banyak dari soal-soal itu hanya mengandalkan rumus. Hanya yang tahu rumusnyalah yang bisa mengerjakannya. Yang parah, misalnya soal nomor 10.
10. Nilai = ....
____
____
____
____
____
Soal di atas asli adalah soal yang bertanya tentang rumus yang menurut saya adalah soal yang buruk. Dan, parahnya, soal itu tidak punya jawab, karena jawaban yang benar adalah .
Saya bingung, kenapa cakupan materi OSN ini terlalu sempit. Banyak sekali materi seperti variabel kompleks, riset operasi, struktur aljabar (aljabar modern), analisis real, dan sebagainya, namun tidak ada 1 soal pun dari materi ini yang keluar. Soalnya tidak proporsional, dan menurut saya, soal OSNPTI cenderung memihak kurikulum semester satu-tiga dari UI.

Yang diterima ternyata hanya sebanyak ini...
Sebenarnya saya ikut lomba ini bukan untuk menang. Hampir mustahil jika saya ingin menang jika bersaing dengan 10000 orang. Sangat ketat. Namun, Yang lolos ke seleksi berikutnya hanya 3 orang tiap wilayah. Bayangkan, jika dengan soal seperti ini, 300 orang hanya diambil 3 saja? Keren abis bukan? Gila.. Ini seleksi apaan???? Tujuan seleksi ini sebenarnya apa???? Menjaring siswa yang berkompetensi hanya 3 orang? Trus 3 orang ini akhirnya lomba lagi, kemudian diambil 1?? Trus, 1 orang ini disuruh kerja di pertamina???

Meluaplah emosi saya... Sudah sistemnya begini. Tujuan lomba ini juga seakan angin lalu...

Ketika saya melihat suatu kalimat di OSNPTI 2009: "Cerdas Bersama Pertamina", saya mempertanyakan... Di bagian mana cerdasnya???

14 comments:

  1. Sabar mas...gak usah jengel gitu.mudah-mudahan keluhan mas di dengar oleh panitia. sehingga nantinya soalnya lebih bermutu dan variatif

    ReplyDelete
  2. Sory juga ya, dari jurusan keliru memberikan training... harusnya training trik menjawab soal multiple choice ya hehehe (alex)

    ReplyDelete
  3. sabar...yah...tp tetap suka kan dgn matematika???

    ReplyDelete
  4. KASIHAN KAMU GAK LOLOS TAHAP SATU PADAHAL KAMU BILANG SOALNYA MUDAH

    ReplyDelete
  5. Huhuhu..
    Pesertanya juga terlalu banyak. Persaingannya susah sekali. >__<

    ReplyDelete
  6. harusnya kan kalo mudah, kamu bisa jawab minimal 80 %, 80% udah masuk 3 besar jakarta

    ReplyDelete
  7. soal matematika yg baik seharusnya mengandalkan car berpikir, bukan rumus. Jika hanya mengandalkan rumus, cerdas cermat namanya, bukan kompetisi

    ReplyDelete
  8. yups.. matematika mementingkan pola pikir dan proses.. bukan rumus yang dihapal..
    setuju g..????

    ReplyDelete
  9. ku maba nih, pengen ikut lomba OSN - PTI matematika thun depan, mohon bimbingannya yah!!!
    kakak2 punya materi tentang OSN - PTI gk? minta donk kak, kirim ke email ku yah!!! sadlybad@yahoo.co.id
    terimakasih!

    ReplyDelete
  10. haha.. saya ngakak baca tulisan mas, saya juga mau ikutan nih osn pti, dengan baca tulisan mas jadi tau deh gambaran umum kompetisinya.. haha salam cerdas :D

    ReplyDelete
  11. dicek lagi yah mas :D
    setau ane jawabannya D.
    kalo soalnya laplace dari sinat baru jawabannya seperti yang mas maksud (F)

    ReplyDelete
  12. hahaha TOLOL.....
    yang leplace itu ada jawabannya.....
    gw nemu yang D,
    jangan mencari alasan jika anda memang belum beruntung.....

    ReplyDelete
  13. KALAU MEMANG MERASA LEBIHH PINTAR DAN MERASA ON PERTAMINA ITU TIDAK ADA KUALITASSNYA KENAPA ANDA TIDAK LOLOS menjadi yg terbaik ?TIDAK LOLOSKAN BEARTI KEMAMPUAN ANDA MASIH DIBAWAH YANG LAIN YANG BISA MENANG MENJADI JUARA ,TRUSSKALAU MEMANG LEBIH PINTAR LAGII IKUT AJ ON MIPA DARI DIKTI TU YANG MENGADAKAN DISANA TU AD SOAL KOMPLEK.ANRILL,STRUKBAR DLL BKTIKN KAMU BSA JAWARA?KLAU ORANG pintar TDAK PERNAH TAKUT DENGAN JUMLAH PESERTA SEBANYAK APAPUN DEMI MENJADI JAWARA ,dan mengenai panitia katanya terlalu tergesa2 mlaksanakan lomba bearti panitianya gak tau prosedur, dtmpat saya lancra2 aj bahkan mnang menjadi juara 3 nasional salah seorang pesertanya .disini anda merendahkan harga diri orang2 pertamina intinya,,anda bisa dituntut oleh orang pertamina !anda harus sadar dengan kelemahan dan kekurangan diri anda dalam berkompetisi bukanyya melecehkan tetapi diri sendiri yang salahh pahamm,,,

    ReplyDelete